Jenis Obat-Obatan Herbal Dan Ilmu di Baliknya

Jenis Obat-Obatan Herbal Dan Ilmu di Baliknya – Banyak kisah yang sudah ada sejak jaman dahulu yang menganggap khasiat obat yang luar biasa dari tumbuh-tumbuhan dan bunga sehari-hari. Tetapi ada alasan mengapa beberapa orang bertahan, terkadang pengobatan ini benar-benar berhasil, dan terbukti secara klinis.

Berikut ini adalah beberapa tanaman sehari-hari yang mungkin Anda temukan tumbuh di kebun Anda dan ada ilmu di balik manfaat kesehatannya: http://www.lilandcloe.com/

1. Bunga Chamomile

Jenis Obat-Obatan Herbal Dan Ilmu di Baliknya

Salah satu obat herbal yang paling banyak digunakan, dan populer selama ribuan tahun, chamomile telah digunakan sebagai pengobatan untuk segala hal mulai dari memar hingga demam. Sebuah kerabat dari daisy umum, chamomile kaya akan senyawa kimia organik yang dikenal sebagai terpenoid dan flavonoid, yang memiliki sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi. Eksperimen telah menunjukkan bahwa mereka dapat membantu mengatasi keluhan gastrointestinal dan meningkatkan kesehatan jantung.

2. Cabai rawit

Berasal dari Meksiko dan bagus untuk membumbui makan malam Anda, cabai juga efektif dalam mengobati rasa sakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Paprika ini kaya akan antioksidan, yang membantu menetralisir sel-sel radikal bebas berbahaya di tubuh Anda (dibiarkan mereka dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan Anda). Selain itu, bahan aktif dalam cabai yang membuatnya panas, capsaicin dapat membantu mengobati nyeri otot dan persendian.

3. St John’s Wort

Dinamakan demikian karena biasanya berbunga di sekitar hari raya St John pada akhir Juni (‘wort’ berasal dari bahasa Inggris Kuno wyrt, yang berarti akar), St John’s Wort telah dimasukkan dalam pengobatan tradisional sejak zaman Yunani kuno. Dikenal karena efeknya yang menenangkan, mengandung dua zat aktif, hypericin dan hyperforin, yang merupakan antidepresan dan dapat membantu mengurangi kecemasan. Hyperforin juga merupakan anti-bakteri, yang dapat membantu mengurangi peradangan.

4. Jahe

Selama berabad-abad jahe telah direkomendasikan sebagai obat untuk mengatasi mual, terutama bagi mereka yang menderita penyakit terkait kehamilan. Dan ada bukti ilmiah di balik ini: jahe tidak hanya memiliki sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi, tetapi juga mengandung zat yang dikenal sebagai gingerol, yang membantu mencegah muntah.

5. Sage

Jenis Obat-Obatan Herbal Dan Ilmu di Baliknya

Bahan klasik dalam banyak hidangan tradisional Eropa, sage juga memiliki sejarah panjang sebagai obat herbal alami. Teh sage adalah pengobatan yang populer untuk sakit tenggorokan dan sakit perut yang menyebar dari Mediterania sampai ke Cina. Sebagai anggota keluarga mint, sage kaya akan minyak esensial dan glikosida flavonal yang tidak hanya memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri tetapi juga dapat mengurangi kadar glukosa.

6. Biji Jintan

Biji jintan digunakan dalam berbagai hidangan di seluruh dunia, dari casserole hingga roti hingga makanan penutup, dan untuk itu Anda harus berterima kasih kepada Finlandia: ini menghasilkan 28% ekspor jintan dunia. Biji jintan mengandung minyak esensial dan flavonoid yang dapat memperlancar pencernaan makanan berlemak dan memiliki efek antispasmodik mengurangi gas, kram perut dan kembung. Jintan juga memiliki efek anti mikroba, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya.

7. Milk Thistle

Terkenal sebagai bunga nasional Skotlandia, tanaman berduri ini kini telah menyebar ke seluruh dunia. Ini mengandung senyawa silymarin, yang melindungi sel dari kerusakan, dan dapat membantu mengobati penyakit hati dan perut, seperti kram dan kejang. Bahan milk thistle dapat memiliki efek relaksasi pada otot-otot pencernaan dan membantu meningkatkan pencernaan.

8. Jelatang

Jelatang biasanya dikaitkan dengan rasa sakit yang disebabkan karena menyentuh varietas yang menyengat, tetapi jelatang juga telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan herbal. Jelatang adalah diuretik alami, yang membantu kesehatan lambung dan dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman ini juga memiliki sifat nefritik, yang berarti dapat membantu memecah batu di ginjal dan kantong empedu.

9. Daun Peppermint

Peppermint telah digunakan sebagai obat untuk gangguan pencernaan dan untuk meredakan kram sejak Mesir kuno. Daun peppermint kering bahkan ditemukan di piramida Mesir. Tanaman ini kaya akan minyak esensial (terutama mentol dan menthone) yang tidak hanya terbukti membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar, tetapi juga terbukti efektif dalam mengobati sakit kepala.

Meskipun obat tradisional ini dapat memiliki efek yang menguntungkan, Anda harus ingat bahwa seperti obat apa pun, bahan aktif di dalamnya dapat berbenturan dengan obat lain dan dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan. Anda harus selalu membaca label dengan hati-hati atau berkonsultasi dengan dokter jika Anda tidak yakin tentang obat apa pun.

Back to top